Lewati ke konten utama

⚠ Realitas yang tidak bisa diabaikan

Setiap minggu, ada yang
kehilangan ratusan juta.

Mereka pintar. Mereka punya pekerjaan. Mereka punya keluarga yang sayang. Tapi mereka jatuh cinta — dan saat sedang jatuh cinta, otak kita mematikan alarm yang seharusnya menyala. Klarinta ada untuk menyalakannya kembali.

Rp 1,2T

Kerugian romance scam di Indonesia per tahun (OJK 2025)

600+

Kasus baru terdaftar di Polri tiap tahun

Rp 250jt

Rata-rata kerugian per korban penipuan berkedok cinta

70%

Korban adalah wanita usia 30-50

⚠ Angka di atas hanya yang dilaporkan — kemungkinan bisa jauh lebih besar tidak dilaporkan, diperkirakan 5–10× lipat.

Sumber: OJK Indonesia, Polri, riset DataReportal.

Headline dari media nasional

Berita yang kamu mungkin
tidak ingin baca.

Setiap headline di bawah ini adalah cerita nyata orang yang dulunya juga merasa "aku tidak akan tertipu". Pola yang sama, tahun demi tahun.

Sumber: laporan media nasional 2025–2026. Klik tiap kartu untuk membaca artikel lengkapnya.

Peribahasa yang ternyata benar

"Cinta itu buta" — ada benarnya.

Riset neuroscience menunjukkan: saat jatuh cinta, area otak yang mengevaluasi kritik & sinyal bahaya benar-benar menurun aktivitasnya. Bukan kamu kurang cerdas — otakmu yang sengaja dirancang untuk mempercayai.

Klarinta tidak jatuh cinta. Klarinta netral. Itulah kenapa kami bisa melihat 6 pola di bawah ini — yang sulit kamu lihat sendiri.

🚩

Baru kenal sudah bilang sayang

Minggu pertama sudah bilang "kamu jodohku", sudah bicara soal masa depan bersama. Ini bukan ketulusan — ini cara cepat membangun perasaan sebelum kamu sempat kenali dia lebih dalam.

📵

Tidak pernah mau video call

Kamera rusak, sinyal jelek, sibuk terus. Polanya konsisten: tidak pernah bisa, tidak pernah mau. Di era sekarang, video call semenit pun bisa dilakukan dari mana saja — kalau memang ada niat.

🆘

Selalu ada cerita darurat yang butuh uang

Mama mendadak sakit, kena musibah di bandara, butuh biaya operasi mendadak. Setiap permintaan uang datang dengan urgensi yang membuat kamu merasa bersalah kalau tidak langsung bantu.

📈

Ajakan investasi yang "sudah terbukti untung"

Setelah berbulan-bulan membangun kedekatan, muncul ajakan: platform crypto khusus, hasil pasti besar, sudah dipakai sendiri. Awalnya kamu "untung" kecil — supaya percaya dan mau taruh lebih besar.

🎭

Identitas yang tidak konsisten

Pekerjaan, kota, nama keluarga — detail bergeser pelan-pelan dari minggu ke minggu. Saat kamu tanya, malah kamu yang dibilang terlalu sensitif atau salah ingat.

✈️

Tidak pernah bisa ketemu langsung

Selalu ada alasan: kerja di kapal, dinas di luar negeri, proyek di wilayah terpencil. Hubungan sudah berbulan-bulan, tapi tidak pernah ada pertemuan nyata — dan tidak akan pernah ada.

Cerita penyintas

"Saya pikir saya tidak akan
jadi korban."

Saya kenal dia 14 bulan. Setiap hari chat dari pagi sampai malam. Dia tahu nama anjing peliharaan saya, tahu makanan favorit ibu saya. Sampai akhirnya minta transfer Rp 80 juta untuk "biaya VISA pertemuan kita". Saya transfer, dan dia menghilang. Saya tidak pernah tahu wajahnya secara langsung.

Wanita, 38 tahun · Karyawan swasta · Jakarta

Kerugian: Rp 80 juta

Kalau saja waktu itu ada alat seperti Klarinta, saya mungkin sudah lihat polanya. Setiap kali saya tanya soal pekerjaan dia, jawabannya berbeda. Setiap kali saya minta video call, ada alasan. Tapi karena dia "manis", saya percaya. Sampai rekening saya kosong.

Wanita, 42 tahun · Pegawai pemerintah · Surabaya

Kerugian: Rp 320 juta

Cerita disunting & dianonimkan dengan izin penyintas. Detail kerugian terverifikasi via dokumen bank. Tujuannya bukan menakuti — tapi memberi gambaran nyata bahwa ini bisa terjadi pada siapa saja.

Tapi semua bisa dicegah

Bagaimana kalau kamu bisa lihat polanya sekarang?

Setiap korban di atas punya satu kesamaan: pola red flag-nya ada dari awal, tersebar di ribuan pesan, tapi terlalu halus untuk dilihat saat sedang jatuh cinta. AI tidak jatuh cinta — AI hanya membaca.

✦ Yang Klarinta lakukan dalam 5 menit

  • 1

    Membaca ribuan pesan sekaligus

    Tanpa lelah, tanpa bias — beda dengan otak yang sedang jatuh cinta dan tidak mau melihat tanda bahaya.

  • 2

    Mendeteksi 22 pola berbahaya berbasis riset

    Dari cara membangun kepercayaan palsu, tekanan finansial bertahap, sampai manipulasi emosi — semuanya terdeteksi.

  • 3

    Menunjukkan seberapa yakin AI untuk tiap temuan

    Bukan vonis hitam-putih. Tiap pola diberi skor kepercayaan — kamu yang tentukan sendiri artinya.

  • 4

    Mengutip pesan asli sebagai bukti

    Tiap temuan disertai kutipan langsung dari chat — kamu bisa periksa sendiri, bukan cuma percaya kata AI.

  • 5

    Rekomendasi langkah konkret

    Bukan sekadar "hati-hati" — tapi langkah spesifik yang bisa kamu ambil sesuai situasimu.

Mulai sekarang

Rp 24.900

Bundle Kepo + Klop · 1 upload, 2 laporan

Deteksi penipuan dan ukur kecocokan sekaligus. Laporan siap dalam 5–10 menit.

Kurang dari satu kali makan di mall. Vs rata-rata kerugian ratusan juta korban penipuan cinta.

Data tidak dijual · Chat tidak dibaca manusia · Bayar sekali, tidak ada langganan